Cara Paling Mudah Mengecek Kredibilitas Pengembang Rumah

Bisnis  
Foto: pexels.com

Setiap orang pasti ingin memiliki rumah idaman yang nyaman. Apalagi generasi milenial. Banyak yang mencari perumahan yang nyaman untuk mereka. Bahkan sampai harus ke pinggir Jakarta bagi yang bekerja di ibu kota.

Namun ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum membeli rumah secara cash atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pengembang atau developer perumahan.

Sebagian orang tentu ada yang membeli rumah dengan cara kredit atau mengangsur dari 10 hingga 20 tahun dengan mengikuti program KPR yang dimiliki perbankan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Saat ingin memiliki satu unit rumah di perumahan, Anda wajib menggali banyak info perumahan tersebut melalui internet, kerabat, ataupun baliho banner yang terpampang di pinggir jalan.

Setelah itu lakukan survei ke perumahan langsung berdasarkan informasi yang didapat. Sesampainya di perumahan tersebut, Anda akan berhubungan dengan marketing developer atau pengembang perumahan tersebut.

Anda perlu mengetahui mana developer kredibel dan profesional yang penuh tanggungjawab, dan mana developer nakal yang harus diwaspadai. Sebab mereka biasanya hanya mengumbar janji tanpa realisasi. Ini penting untuk Anda ketahui, agar tidak kecewa di kemudian hari.

Untuk lebih jelasnya, simak rincian informasi berikut ini yang khusus kami hadirkan bagi pembaca setia GenPop, mengenai cara mengecek kredibilitas pengembang rumah. Yuk simak baik-baik ya.

1. Tidak Memiliki Website Resmi

Developer atau pengembang perumahan yang profesional tentu memiliki website resmi. Developer yang serius dan sejak awal berniat memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada calon pembeli, tentu akan berpikir tentang pentingnya sebuah website resmi.

Sebab sekarang ini, di era digital, website sudah menjadi identitas dari sebuah perusahaan. Melalui website, Anda akan mengetahui gambaran yang menyeluruh tentang unit rumah yang dijual developer dan identitas lengkap developer yang membangun. Ingat, developer profesional tidak akan menyembunyikan identitasnya.

Saat ini sangat banyak developer yang membangun perumahan. Namun mereka biasanya hanya mencantumkan perusahaan tanpa ada keinginan untuk bersikap transparan atas informasi lengkap perusahaannya.

Alhasil, tak sedikit developer yang menyembunyikan identitas lengkapnya sehingga informasi lengkap tentang mereka sulit ditemukan di internet. Developer seperti inilah yang patut Anda waspadai.

Tak ada salahnya, jika Anda bertanya secara mendalam kepada pihak developer mengenai seluk-beluk perusahaan di dunia properti, seperti pengalaman mereka membangun perumahan, siapa ownernya, dan di mana kantor resminya.

2. Cek Status Badan Hukum Pengembang Rumah

Jika developer perumahan diketahui masih berbadan hukum CV, maka developer tersebut patut Anda waspadai. Status badan hukum yang masih berupa CV menunjukkan level yang rendah di bawah PT, sehingga memungkinkan terjadinya permasalahan yang bisa bikin Anda kecewa. Logikanya begini, “Yang PT saja bisa membuat kita kecewa, bagaimana yang CV?”

Kalau pun status badan hukum developer tersebut sudah berbentuk PT, maka harus dipastikan lagi, apakah nama PT itu hasil pinjam bendera dari orang lain? Sebab, tidak menutup kemungkinan developer itu hanya “meminjam bendera PT” dari orang lain. Di sinilah pentingnya keterbukaan dan transparansi perusahaan seperti yang telah dijelaskan di nomor 1.

3. Kondisi Jalan di Perumahan Masih Jelek

Nomor tiga ini mungkin yang paling mudah untuk dilihat dan dinilai apakah developer yang bersangkutan kredibel atau tidak. Jika Anda survei ke sebuah perumahan, lalu jalan di perumahan tersebut masih jelek atau masih belum dibangun, maka developer ini patut diwaspadai.

Ingat, developer yang kredibel adalah yang terlebih dulu membangun jalan yang mulus sebelum mendirikan unit-unit rumah. Sekali lagi, pengembang perumahan yang terpercaya, kredibel dan profesional adalah yang mendahulukan pembangunan jalan, baru kemudian membangun unit rumah. Jangan terbalik.

Karena umumnya, jika unit rumah yang didahulukan dan pembangunan jalan diabaikan, maka developer yang bersangkutan berpotensi kabur ketika semua kavling sudah laku. Ciri developer seperti inilah yang patut Anda waspadai karena mereka tidak mau bertanggungjawab.

4. Tidak Punya Kantor Tetap

Developer yang terpercaya, jujur dan profesional adalah yang punya kantor tetap dan tidak berpindah-pindah. Jika Anda menemukan developer yang suka berpindah-pindah kantor, kemungkinan besar itu karena mereka menganggap kantor hanyalah formalitas dan bukan hal penting.

Sehingga suatu saat, jika Anda menemukan masalah dalam proses pembangunan, developer dengan ciri seperti ini akan mudah kabur dengan jejak yang sulit ditelusuri. Maka, pastikan dengan mengunjungi langsung kantor resminya, dan pastikan apakah alamat kantor tersebut sesuai dengan akta notaris pendirian PT yang bersangkutan.

Tak ada salahnya, jika Anda meminta kepada pihak developer untuk diperlihatkan akta pendirian PT karena di situlah tercantum alamat resmi kantornya. Karena bisa saja kan pengembang sudah berstatus PT tetapi alamat yang tertera di status badan hukum tersebut berbeda kondisi riil di lapangan. Misalnya alamatnya berbeda.

5. Ada Kekecewaan dari Pembeli Unit Rumah

Bila Anda ingin membeli rumah di sebuah perumahan di Bandung, maka Anda harus menggali informasi dari warga yang telah menempati perumahan tersebut.

Lakukan obrolan yang santai dengan warga yang telah memberi rumah di perumahan itu, sambil menggali informasi tentang permasalahan yang mereka alami dalam proses pembangunan rumah. Jika mereka mengungkapkan kekecewaan atas kinerja developer, maka Anda harus mewaspadai developer tersebut. Ingat, ini beli rumah, bukan beli cabe, ya walaupun sekarang cabe harganya mahal juga, menyamai harga daging.

6. Berita Negatif terkait Developer

Anda juga perlu googling apakah ada berita negatif yang berkaitan dengan developer perumahan yang ingin Anda beli. Selain itu juga apakah ada berita negatif yang menyangkut owner atau pemilik atau jajaran direksi pimpinan developer tersebut.

Cara mengeceknya yaitu dengan mengetik nama lengkap developer perumahan. Kemudian, bila ada berita buruk terkait developer tersebut yang muncul di website media online, maka Anda harus mewaspadainya.

7. Tidak Punya Portofolio yang Jelas

Bila ingin beli rumah KPR, pastikan dengan sangat cermat portofolio atau pengalaman developer dalam membangun perumahan. Anda bisa tanyakan langsung kepada marketing pengembangnya atau melalui website. Jika kesulitan mencari informasi soal portofolio itu, maka sudah jelas, developer tersebut patut diwaspadai.

Membeli rumah KPR harus betul-betul sangat cermat sebelum memasuki momen akad pembelian rumah yang dihadiri pihak bank dan developer. Jangan percaya omongan marketing perumahan kalau tak ingin jadi korban marketing.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image